Gunakan Metode Active Recall untuk Mengukur Pemahaman Diri Sendiri

Gunakan Metode Active Recall untuk Mengukur Pemahaman Diri Sendiri

Gunakan Metode Active Recall Banyak pelajar membaca ulang catatan berkali-kali sebelum ujian. Mereka mengira bahwa semakin sering mata melihat teks, semakin kuat ingatan mereka. Sayangnya, penelitian membuktikan sebaliknya. Membaca ulang adalah salah satu metode belajar yang paling tidak efektif. Otak Anda bekerja pasif saat membaca ulang karena informasi sudah tersedia di depan mata. Active recall atau mengingat aktif memaksa otak Anda bekerja keras mengambil informasi dari memori tanpa melihat catatan. Proses pengambilan informasi inilah yang memperkuat jalur saraf dan memindahkan pengetahuan ke memori jangka panjang.

Apa Itu Active Recall?

Active recall adalah teknik belajar di mana Anda menguji diri sendiri secara aktif. Anda menutup buku, menutup catatan, dan mencoba mengingat informasi dari kepala sendiri.  Rasa tidak nyaman inilah tanda bahwa otak Anda sedang bekerja. Semakin sulit Anda mengingat, semakin kuat ingatan Anda setelah berhasil mengingat.

Mengapa Active Recall Lebih Efektif dari Membaca Ulang?

Pertama, active recall meniru situasi ujian yang sebenarnya. Saat ujian, Anda tidak memiliki buku atau catatan di depan mata. Anda hanya mengandalkan ingatan. Latihan active recall mempersiapkan otak Anda untuk situasi ini. Kedua, active recall mengungkap apa yang benar-benar Anda ketahui dan apa yang tidak. Saat membaca ulang, Anda merasa tahu karena mata melihat teks. Saat mengingat tanpa teks, Anda menyadari bahwa banyak informasi yang sebenarnya belum Anda kuasai. Ketiga, setiap kali Anda berhasil mengingat, otak memperkuat jalur saraf yang menyimpan informasi tersebut.

Cara Menerapkan Active Recall

Langkah pertama: baca satu bagian kecil materi, misalnya satu sub-bab atau satu konsep. Jangan membaca seluruh bab sekaligus. Otak Anda tidak bisa menyimpan informasi dalam jumlah besar sekaligus.

Langkah kedua: tutup buku dan catatan Anda. Jangan melihatnya lagi sampai langkah keempat selesai.

Langkah ketiga: tulis atau ucapkan semua yang Anda ingat dari bagian yang baru Anda baca. Jangan menyaring. Tulis semuanya, termasuk informasi yang Anda rasa tidak penting. Gunakan kertas kosong atau rekam suara Anda.

Langkah keempat: buka kembali buku dan catatan Anda. Bandingkan apa yang Anda tulis dengan materi asli. Beri tanda centang pada informasi yang benar. Lingkari informasi yang salah atau Anda lupakan.

Langkah kelima: pelajari ulang informasi yang salah atau terlewat. Tutup buku lagi. Ulangi proses mengingat untuk informasi tersebut. Ulangi sampai Anda bisa mengingat semuanya dengan benar.

Variasi Active Recall yang Bisa Anda Coba

Variasi pertama: buat pertanyaan dari materi yang Anda baca. Setelah selesai membaca satu bab, buat sepuluh hingga dua puluh pertanyaan. Tulis pertanyaan di satu sisi kertas dan jawaban di sisi lain. Keesokan harinya, baca pertanyaan dan coba jawab tanpa melihat jawaban. Metode ini menggabungkan active recall dengan spaced repetition.

Variasi kedua: gunakan kartu flash fisik atau digital. Tulis pertanyaan di satu sisi dan jawaban di sisi lain. Setiap hari, acak kartu-kartu tersebut. Baca pertanyaan dan coba jawab. Pisahkan kartu yang berhasil Anda jawab dengan yang tidak. Ulangi kartu yang gagal lebih sering.

Variasi ketiga: ajak teman untuk saling menguji. Anda bertanya pada teman, lalu teman bertanya pada Anda. Proses mengucapkan jawaban dengan suara keras melibatkan lebih banyak area otak dibanding menjawab dalam hati.

Kapan Waktu Terbaik Menerapkan Active Recall?

Lakukan active recall pertama kali dalam satu jam setelah Anda selesai membaca materi. Penelitian menunjukkan bahwa manusia melupakan sekitar lima puluh persen informasi baru dalam satu jam pertama. Menguji diri segera setelah belajar menyelamatkan informasi yang hampir hilang.  Interval yang semakin lama ini memindahkan informasi ke memori jangka panjang.

Perbedaan Active Recall dengan Teknik Belajar Lain

Active recall berbeda dengan menghafal. Menghafal berarti mengulang informasi yang sama persis tanpa memahami makna. Active recall berarti memahami konsep dan menjelaskannya dengan kata-kata sendiri. Active recall juga berbeda dengan mind mapping. Mind mapping membantu Anda melihat hubungan antar konsep, tetapi tidak menguji apakah Anda benar-benar mengingatnya. Kombinasikan active recall dengan mind mapping untuk hasil terbaik. Buat peta pikiran dari ingatan, lalu bandingkan dengan peta pikiran yang Anda buat sambil melihat buku.

Kesalahan Umum dalam Menerapkan Active Recall

Kesalahan pertama, membaca ulang materi sebelum mencoba mengingat. Kebiasaan ini membuat otak Anda malas karena tahu informasi akan segera tersedia. Langsung tutup buku setelah membaca sekali. Kesalahan kedua, hanya mengingat di dalam kepala tanpa menulis atau mengucapkan. Menulis atau mengucapkan memaksa otak Anda mengorganisasi informasi secara linear. Kesalahan ketiga, berkecil hati ketika tidak bisa mengingat banyak informasi. Rasa sulit saat mengingat adalah tanda bahwa otak Anda sedang bekerja. Semakin sulit, semakin kuat ingatan Anda nantinya.

Baca juga: Manfaat Belajar Antar Teman Sebaya untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep

Kesimpulan

Active recall mengubah cara Anda belajar dari pasif menjadi aktif. Mulailah dengan satu sub-bab kecil hari ini. Baca sekali, lalu tutup buku. Tulis semua yang Anda ingat. Buka buku lagi, bandingkan, dan pelajari bagian yang terlewat. Ulangi proses ini besok. Rasakan perbedaanya setelah satu minggu. Pada akhirnya, waktu belajar Anda menjadi lebih singkat tetapi hasil ujian Anda meningkat secara signifikan. Anda tidak lagi merasa percaya diri palsu dari membaca ulang. Anda benar-benar tahu bahwa Anda bisa mengingat.

Exit mobile version