Pengembangan Kawasan Wisata Alam dan Bikepark Dusun Mojolegi Desa Karangtengah Imogiri

Perubahan arah pengembangan pariwisata yang sangat dinamis dengan menyesuaikan kebutuhan pasar, maka tak khayal lagi perencanaan kawasan wisata perlu dilakukan karena adanya banyak perubahan dalam industri pariwisata saat ini. Konsep wisata ini mencakup banyak hal yang melibatkan banyak pihak, maka dibutuhkan strategi tertentu dalam perencanaan kegiatan pariwisata sehingga dapat berlangsung dengan baik.

Mematakan, merencanakan, menata dan mengembangkan adalah sesuatu hal yang perlu dan harus dilakukan dalam konsep pengembangan pariwisata. Keterkaian semua langah tersebut bila dilakukan dengan baik tentu akan memberikan manfaat dan dapat memperkecil semua efek yang tidak menguntungkan. Karena itu pentingnya pemetaan sampai dengan pengembangan pariwisata sebagai suatu industri agar perkembangan industri pariwisata sesuai dengan apa yang telah dirumuskan dan berhasil mencapai sasaran yang dikehendaki, baik itu ditinjau dari segi ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.

Pengembangan kawasan wisata di daereh Karangtengah Imogiri yang selama ini sudah berkembang dengan konsep menjual wisata alam pegunungan dengan komoditas perkebunan jambu monyet dan dipadu dengan wisata minat khusus untuk kegiatan sepeda downhill, menjadikan sebuah magnet tersendiri. Perencanaan pengembangan kawasan yang dilakukan oleh tim SDS institute diharapkan mampu menggali potensi-potensi potensi baru dan menempatkan destinasi atau spot-spot yang sudah ada menjadi lebih baik dan tertata. Dari hasil analisa yang dilakukan oleh tim SDS Institute yang di punggawani langsung oleh Direktur SDS Henri Krismawan dan didukung oleh squad tim teknis dengan arah Dukuh Mojolegi Bapak Yasin, memperoleh beberapa masukan dan data-data baik teknis maupun sosial serta kebutuhan masyarakat yang nantinya akan ditindak lanjuti dalam rangka penataan kawasan tersebut. Kegiatan penataan ini diharapkan selain dari sisi teknis mampu memetakan kawasan utama, kawasan pendukung dan kawasan pengembangan yang lebih baik, sehingga mampu meningkatkan daya tarik atraksi wisata, serta mampu mengendalikan kerusakan lingkungan.

Kegiatan perencanaan teknis ini merupakan gagasan dari salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Bantul Bapak Nur Subiantoro, yang selama ini selalu merespon secara positif terhadap peluang dan potensi disektor pariwisata di Kabupaten Bantul.

Penulis: Henri Krismawan, S.P., M.M. (Direktur SDS Institute)

Leave A Comment