Pembagian Kompor Bioetanol Kepada Masyarakat Dusun Gunungkelir

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, SDS Institute bekerjasama dengan Balitbang EBTKE Kementerian ESDM mengembangkan energi baru terbarukan dari produk turunan tanaman sorghum manis di Wilayah Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul. Salah satunya adalah Bioetanol sebagai bahan bakar kompor sebagai bahan subsitusi gas LPG. Dalam acara sosialisasi mengenai energi baru terbarukan di Dusun Gunungkelir, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul tim membagikan kompor Bioetanol beserta 5 Liter Bioetanol kadar 98% kepada 100 warga Dusun Gunungkelir. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan penanaman sorghum di kawasan Gunung Sentono, sebagai mana kita tahu bahwa Bioetanol yang dibagikan ini merupakan produk turunan dari pengolahan nira sorghum sehingga program pembangunan kebun energi ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dalam acara ini turut dihadiri oleh Henri Krismawan (Direktur SDS Institute), Ikrar (Perwakilan dari Balitbang EBTKE), Dr. M. Nurcholis (Tim Ahli Pertanian dari UPN), serta Nur Subiantoro (Wakil ketua DPRD Bantul). Harapan dari program pembagian kompor Bioetanol ini bisa menjadi awal kemandirian energi bagi warga Dusun Gunungkelir pada khususnya sebagai pilot project untuk percontohan di tempat lain.

Pada kesempatan ini Kepala Dusun Gunungkelir, Sapariyanto menyampaikan terima kasih atas bantuan serta bimbingan dari tim dalam mengembangkan budidaya sorghum serta pemberian kompor Bioetanol kepada warganya. Beliau menyampaikan bahwa dengan adanya kebun sorghum di Gunung Kelir banyak memberikan manfaat bagi warganya. Harapan beliau warganya bisa terus dibimbing dan didampingi dalam pengelolaan tanaman sorghum sehingga menghasilkan produk – produk turunannya yang bernilai ekonomi.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul Nur Subiantoro berterima kasih kepada Balitbang EBTKE beserta Tim yang telah mengabdikan diri dalam mendampingi masyarakat Gunungkelir dalam pengembangan program kemandirian energi. Beliau berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja melainkan bisa berkelanjutan sehingga masyarakat Gunungkelir bisa memproduksi Bioetanol secara mandiri. Nur Subianto berjanji siap membantu melalui program aspirasinya untuk pengembangan program kemandirian energi di Dusun Gunungkelir.

Penulis: R. Himawan Prasetyo W.N, S.T. (Deputi Keuangan dan Administrasi – SDS Institute, Jogjakarta)

Leave A Comment