Kunjungan Tim LSPB dengan UPN Veteran Yogyakarta di Kec. Panggang dalam Rangka Pemberdayaan Petani Berbasis Tanaman Pangan & Energi Sorgum Manis

Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul dan Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah pengembangan Tanaman Sorgum Manis kerjasama antara LSPB dengan UPN Veteran Yogyakarta Ha. Dari luas lahan yang dimanfaatkan untuk pengembangan Tanaman Sorgum Manis  ini merupakan lahan potensi desa dengan kondisi yang cukup magninal karena merupakan lahan tadah hujan. Pengembangan tanaman Sorgum Manis ini diarah-kan pada produksi batang sebagai bahan baku biothanol dan produkai biji sebagai bahan deversifikasi pangan. Bila dilihat dari potensi sumberdaya alam sesungguhnya potensi kedua wilayah tersebut memiliki prospek yang cukup baik sebagai penghasil produksi Sorgum Manis cukup menjanjikan apabila masyarakat desa sepenuhnya dapat menyadari bahwa bidang pertanian dapat dijadikan sebagai asset untuk dapat men-janjikan masa depan mereka. Selain itu pengembangan Tanaman Sorgum juga diharapkan selain produk hasil utama berupa batang dan biji juga sebagai produk pakan ternak alternatif, hal ini menurut Dr. M. Nurcholis dari UPN V Yogyakarta, bahwa limbah batang sorgum dan daun tanaman sorgum banyak kandungan gizi untuk pakan ternak baik sapi maupun kambing. Akan tetapi perlu adanya pengolahan berupa teknologi seberhana untuk proses pembuatan pakan ternak tersebut.

Pengembangan tanaman sorgum berbasis pada masyarakat ini menurut Henri Krismawan, SP., MM selaku Direktur LSPB; merupakan kegiatan percontohan dalam rangka menghitung keuntungan dan peningkatan ekonomi selain juga dalam rangka menemukan sistem kelembagaan yang tepat yang nantinya mampu diterapkan di beberapa wilayah pengembangan yang lebih luas.

Melalui permodelan pemberdayaan masyarakat petani baik di Pleret mapuan di Panggang, secara intensif maka akan mampu mengangkat harkat dan martabat bagi masyarakat petani dalam berusaha. Kelembagaan-kelembagaan yang tumbuh di desa saat ini merupakan  sebagai salah satu pendukung dalam mengakses berbagai informasi termasuk pula proses pembelajaran untuk mendapatkan ide-ide baru dari masyarakat. Pemberdayaan dianggap penting dalam meningkatkan taraf hidup, tingkat kesejahteraan, serta pengembangan ekonomi masyarakat.

Oleh : Henri Krismawan, SP.,MM. (Direktur Lembaga Strategi Pembangunan Berkelanjutan)

Leave A Comment