Focus Group Discussion: Pemetaan dan Penanggulangan Bencana Untuk Mewujudkan Kota Yogyakarta

Pada hari Kamis 24 September 2020 bertempat di Bilik Kayu Herigate Restro, SDS Institute menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Anggota Dewan DPRD Komisi C Kota Yogyakarta, Bappeda, Perwakilan BPBD, dan Perwakilan Dinas Sosial tentang Kajian Sistem Informasi Pemetaan dan Penanggulangan Bencana.

“Kita perlu kajian ini untuk mendapatkan rumusan dalam mengambil kebijakan supaya dapat menguatkan  BPBD dalam menanggani bencana” ucap BU Ririk Banowati selaku Ketua Dewan komisi C dalam membuka acara diskusi.

Dalam jalannya diskusi, Bapak Heri Zulfiar, Dosen Teknik Sipil UMY, selaku narasumber memberikan wawasan mengenai kajian ini. Beliau mengungkapan, didalam UUD 1945 bangsa Indonesia mengatur perlindungan kepada kehidupan bermasyarakat atas bencana dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Potensi bencana yang dapat terjadi itu bermacam macam, ada gempa bumi, banjir, gunung meletes, tsunami dan seperti sekarang ini pandemic Covid-19. Maka kita memerlukan sebuah sistem informasi pemetaan dan penanggulangan terhadap semua jenis kebencaan itu dikota Yogyakarta ini. Secara ringkas kajian dalam membuat sistem informasi ini dapat di gambarkan dengan bagan berikut:

Setelah pemaparan bapak Agus adam memberikan kesempatan kepada para dewan DPRD dan Bappeda, BPBD, dan Dinas Sosial untuk Menanggapi kajian ini. Poin Poin dari Tangapan mereka dapat saya rangkum sebagai berikut:

  • Dalam kajian ini, outputnya adalah kebijakan agar dapat merumuskan landasan atau payung hukum supaya badan yang menangani bencana dapat cepat tanggap.
  • Perlu adanya penyajian informasi yang mengedukasi kepada masyarakat sehingga masyarakat juga menjadi bagian langsung dari penanganan atas bencana
  • Landasan payung hukum tadi juga dapat kita gunakan untuk menetukan anggaran atas jenis bencana yang terjadi, untuk membeli APD yang standar, untuk edukasi masyarakat, untuk berbagai keperluan saat bencana datang.
  • Budaya masyarakat juga harus masuk dalam membuat kajian penanggulangan ini, karena budaya itu merupakan dasar dari berprilaku dari kemasyarkatan.
  • Perlu adanya kajian tentang potensi bencana di kota Yogyakarta serta tata kelola anggaran untuk kebencanaan
  • Penting bagi pihak pemerintah daerah untuk melakukan konsolidasi dan sinergi terkaait kebijakan dan anggaran.
  • Perlu kajian tentang bencana alam dan nonalam dan merumuskan klasifikasinya dan
  • Pentingnya pembanggunan infrastruktur yang respon terhadap mitigasi bencana.

Leave A Comment